Frans Dione's Weblog Rotating Header Image

MERUMUSKAN VISI PEMBANGUNAN DAERAH

Apa Itu Visi?

Apabila kita ingin ingin mencapai suatu kondisi yang lebih baik pada masa yang akan datang, maka keinginan tersebut akan mudah dicapai apabila kita memiliki gambaran yang jelas. Visi adalah melihat sejauh mungkin ke depan, bertitik tolak dari apa yang kita lihat di masa kini. Inilah yang disebut “visi”, visi merupakan gambaran yang kita lihat pada masa yang akan datang. Ringkasnya visi adalah mimpi, tetapi mimpi yang mungkin menjadi kenyataan (dream come true), bukan utopia (khayalan) tanpa pijakan. Dengan kata lain visi merupakan mimpi yang berlandaskan kenyataan.

Visi adalah “the act or power of anticipating that will or may come to be”. Visi adalah melihat sejauh mungkin ke depan, dengan bertitik tolak dari apa yang kita lihat di masa kini. Visi bukanlah angan-angan yang jauh tinggi melayang tanpa pijakan atau sadaran. Dengan kata lain visi adalah cara pandang kita tentang diri dan lingkungan seperti organisasi, daerah, wilayah regional, dan lain sebagainya. Pandangan itu tentang prototype masa depan yang diinginkan atau diimpikan, namun tetap bertitik tolak dari realitas atau kenyataan yang ada. Kenyataan artinya kondisi empirik yang ada, dalam konteks pembangunan daerah yang dimaksud adalah potensi yang ada yang dapat kita gunakan atau berdayakan untuk mengejar “mimpi” tersebut.

Kriteria Visi Yang Baik

Visi yang baik itu paling tidak mengandung 6 kriteria (Susanto, 2007 : 38) yakni, sbb : (1) Bridging today and tomorrow; (2) Clarity of Direction; (3) Simulate Enthusiasim; (4) Stenghten Commitment; (4) Energizer; (5) Unifying Focal Point. Keenam kriteria ini merupakan syarat untuk mengembangkan visi yang baik dan benar, walaupun perlu dicatat disini pengembangan visi ini sangat tergantung pada konteks dan kontennya.
Bridging today and tomorrow, merupakan kriteria pertama dari visi yang baik dan benar. visi haruslah menjembatani antara hari ini atau hari esok. Visi bukanlah sekedar apa yang kita inginkan pada hari esok, tapi harus pula menyiratkan bagaimana mencapai hari esok tersebut, melalui apa? berlandaskan apa? Atas dasar apa? Jadi harus ada “jembatan penghubung” untuk mencapai visi tersebut, baik tersirat maupun tersurat!

Clarity of Direction. Visi harus mengandung kejelasan tujuan atau arah. Setiap organisasi dan bahkan individu harus memiliki tujuan yang jelas. Bayangkan seandainya anda naik kendaraan tanpa tujuan , maka anda tidak akan pernah sampai kemana-mana. Begitu juga organisasi atau “daerah” harus jelas mau dibawa kemana! Harus menjawab sebuah pertanyaan “Mau dibawa kemana daerah dan masyarakatnya?”

Simulate Enthusiasim, kriteria berikutnya dari visi yang baik adalah mendorong antusiasisme. Disinilah letaknya mengapa penting sekali sebuah visi itu harus berpijak pada pontesi atau keadaan yang ada. Visi yang menghayal terlalu jauh tidak membuat antusias karena tidak mungkin dicapai, sebaliknya visi yang terlalu sederhana juga tidak menarik karena terlalu mudah untuk dicapai. Visi haruslah suatu kondisi ideal yang mungkin dicapai sehingga segenap bagiap dalam organisasi bersemangat dan antusias untuk mencapainya.

Strenghten Commitment, visi yang baik akan memperkuat komitmen. Visi merupakan sebuah cita-cita, proses pencapaian cita-cita tersebut tentu akan menghadapi berbagai kendala dan rintangan. Bagaimana segenap anggota atau unit kerja dalam organisasi dapat menjalani suka dan duka pencapaian visi tersebut itulah yang disebut komitmen. Setiap individu dan unit dalam organisasi bekerja terus-menerus mengejar visi walaupun banyak masalah dan kendala yang ditemui.

Energizer, visi yang baik hendaknya memberikan energi bukan formalitas belaka. Ini artinya setiap individu atau unit dalam organisasi menjadi berdaya dan bergairah untuk mencapai visi tersebut. Kriteria terakhir dari visi yang baik adalah Unifying Focal Point, apakah segenap unit dan individu dalam organisasi bisa mengasosiasikan dirinya dengan visi yang telah ditetapkan. Segenap arah kebijakan, program dan kegiatan ditujukan untuk mewujudkan visi tersebut.

Merumuskan Visi Pembangunan Daerah

Pertanyaan yang sering muncul dalam merumuskan visi adalah apakah harus dirumuskan dalam kalimat yang panjang atau pendek! Banyak visi pemerintah daerah yang dirumuskan dengan kalimat yang panjang, maksudnya untuk mengakomodasi semua keinginan tapi malah tujuan yang dinginkan menjadi tidak jelas. Persoalannya bukan pada panjang pendeknya kalimat tetapi pada logika dan kejelasannya. Apabila tidak mudah diingat maka akan sulit untuk dikomunikasikan, pada gilirannya terkendala dalam mengeinternalisasikannya dan tidak bisa diharapkan untuk menjadi Unifying Focal Poin. Kalimat visi yang benar seharusnya jelas, logis, terpadu dan mudah diingat.
Hakekat sebuah visi pada dasarnya merupakan sebuah tujuan. Sebuah tujuan harus dirumuskan dengan jelas, supaya kita dapat menetapkan strategi dan metode mencapainya. Kata kata yang dapat digunakan dalam merumuskan visi pembangunan daerah antara lain adalah sejahtera, maju, mandiri berkembang, unggul, terdepan, berdayasaing, … dll. Kejelasan mengandung makna bahwa visi yang dirumuskan tidak menimbulkan multi interpretasi. Pilihlah salah satu kondisi yang paling diinginkan saja, tidak perlu mengakomodasi banyak kata karena beberapa kata mungkin mengandung makna yang hampir sama atau beririsan.
Syarat rumusan kedua yang penting adalah logis artinya masuk akal. Walapun logika sebuah rumusan tidak bisa langsung dilihat, tetapi kita harus mengetahui gambaran umum (paling tidak) mengenai daerah tersebut. Tidak logis misalnya sebuah daerah pertanian merumuskan visinya “menjadi daerah industri terdepan ….” atau sebaliknya daerah industri merumuskan visinya “maju dan berkembang di bidang agribisnis”. Logika ini sebenarnya sebuah keterkaitan. Sebagaimana yang telah dikemukakan bahwa visi pada dasarnya Bridging today and tomorrow. Jadi harus ada jalan atau jembatan untuk mencapai tujuan. Dalam perumusannya kata atau frasa yang sering digunakan adalah melalui, berbasis pada, dengan mengandalkan,didukung oleh ….dll. Mari rumuskan visi secara tepat agar mimpi pembangunan daerah menjadi kenyataan. The dream come true!

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *