Frans Dione's Weblog Rotating Header Image

MENGEMBANGKAN WEBSITE PEMDA

Kondisi website Pemda sampai dengan hari ini masih sangat memprihatinkan. Menurut hasil pemeringkat Indonesian E-Government Index yang dipublikasikan pada Agustus tahun lalu (2011), menyebutkan bahwa Pemda yang mempunyai website berjumlah 443 dari 525 Kabupaten/Kota dan Propinsi. Artinya sampai dengan hari ini masih ada 82 Pemda yang sama seklai tidak memiliki website. Dari jumlah 443 tersebut pun tidak semua bisa dibuka, terdapat 68 website pemda yang tidak dapat diakses. Dengan kata lain hanya 375 Pemda yang websitenya bisa diakses. Belum lagi menyangkut konten, masih banyak website Pemda terkesan asal ada dan asal bikin. Seharusnya di era e-government ini website pemda menjadi main instrumen dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di daerah. (more…)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

MERUMUSKAN VISI PEMBANGUNAN DAERAH

Apa Itu Visi?

Apabila kita ingin ingin mencapai suatu kondisi yang lebih baik pada masa yang akan datang, maka keinginan tersebut akan mudah dicapai apabila kita memiliki gambaran yang jelas. Visi adalah melihat sejauh mungkin ke depan, bertitik tolak dari apa yang kita lihat di masa kini. Inilah yang disebut “visi”, visi merupakan gambaran yang kita lihat pada masa yang akan datang. Ringkasnya visi adalah mimpi, tetapi mimpi yang mungkin menjadi kenyataan (dream come true), bukan utopia (khayalan) tanpa pijakan. Dengan kata lain visi merupakan mimpi yang berlandaskan kenyataan. (more…)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

APBD UNTUK PUBLIK

Implementasi Otonomi Daerah disikapi secara berbeda, disatu pihak menyikapi dengan optimisme sementara di pihak lain menyikapinya dengan pesimisme. Pihak yang optimis beranggapan bahwa otonomi daerah merupakan solusi untuk meningkatkan kemakmuran, kesejahteran, dapat memberdayakan rakyat di daerah bahkan otonomi daerah diyakini sebagai solusi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa serta dipandang sebagai perekat baru bagi persatuan bangsa. Pihak yang pesimis mempediksikan jika tidak hati-hati era otonomi daerah justru dapat menimbulkan semangat primodialisme kedaerahan yang sempit yang dikhawatirkan berpotensi menyebabkan disintegrasi bangsa, hanya menguntungkan daerah yang kaya dengan sumber daya alam, KKN tidak akan berkurang hanya pindah dari pusat ke daerah, dengan kata lain otonomi daerah hanya akan memakmurkan dan mensejahterahkan sebagian kecil elit lokal di daerah terutama eksekutif dan legislatif,  sementara rakyat daerah tetap saja tidak mendapatkan alokasi dari kekayaan nasional dan daerah. Padahal fungsi alokasi sangat bergantung pada perumusan kebijakan daerah yang dirumuskan dan ditetapkan oleh Pemda dan DPRD dengan instrumennya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). (more…)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

PROSPEK PENERAPAN M-GOVERNMENT DALAM PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK

 “Cukup dengan sebuah handphone di tangan maka semua layanan tersedia untuk Anda”. Begitulah kira-kira bunyi sebuah layanan perbankan yang menerapkan m-banking dalam melayani nasabahnya. Melalui m-banking semua layanan mulai dari cek saldo, pembayaran kartu kredit, listrik, transfer dan layanan perbankan lainnya dapat dilakukan. Hal tersebut jelas meningkatkan kenyaman bagi nasabah dan bagi Bank yang bersangkutan meningkat citra dan kinerja dihadapan customer. Kemudahan dan kenyamanan dalam sektor bisnis tersebut tentunya bisa ditransformasikan ke sektor pemerintahan. (more…)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

MENGEMBANGKAN DAYA TARIK INVESTASI PROVINSI BENGKULU

Suram dan memprihatinkan, itulah kata yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi dunia investasi di propinsi Bengkulu. Fakta dan data menunjukkan dengan jelas mengenai kondisi ini.  Sampai dengan awal tahun ini selama 5 tahun terakhir hampir dapat dikatakan tidak ada investasi di propinsi Bengkulu, kalaupun ada hanya Investor lama yang berinvestasi untuk memelihara asetnya yang “terlanjur” diinvestasikan di propinsi Bengkulu. Berdasarkan data BKPMD Propinsi Bengkulu, Investor terakhir yang menanamkan modalnya di Bengkulu adalah PT Agro Muko, realisasi investasi pada 18 Januari 1999 dengan kategori PMA. Total nilai investasi perusahaan tersebut berjumlah US $ 31.625.000, dengan bidang usaha perkebunan sawit, kakao dan coklat. (more…)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments